Friday, 7 July 2017

Tips Jitu Memilih Pasangan Hidup

Share it Please



Manusia adalah makhluk sosial. Karna itu mereka butuh manusia lain dalam menunjang kehidupannya. Contohnya dari hal kecil seperti upload foto di instagram. Manusia butuh orang lain untuk fotoin dia lagi berpose. Temen gue si Cucu, minta gue fotoin dia lagi bergaya di pinggir pantai. Sampe tangan gue keram karna dia minta foto puluhan kali. Dia enggak pernah merasa puas dengan hasil jepretan gue dan selalu ngerasa pipinya terlalu gendut. Gue harus nyari angle yang sempurna demi menyembunyikan buntelan lemak di pipi Cucu.

Begitu juga dengan hal lain. Manusia butuh keluarga sebagai tempat berinteraksi pertama kali, butuh teman untuk berbagi, dan juga butuh pasangan hidup untuk berkembang biak. Poin terakhir adalah yang paling penting.


Manusia adalah makhluk mamalia. Ia berkembang biak dengan cara pembuahan internal dan melahirkan bayinya, bukan seperti amoeba yang bisa membelah diri. Apalagi seperti touge yang tumbuh dari kecambah. Karna itu lah proses berkembang biak ini sangat penting terutama memilih pasangan hidup untuk melanjutkan keturunan.

Namun gue sangat menyayangkan manusia jaman sekarang masih menggunakan cara konvensional dalam memilih pasangan hidup. Yakni dengan cara pacaran. Padahal menurut penelitian di universitas swasta enggak terkenal di Ethiopia, berpacaran lebih banyak mudorotnya. Pertama, pacaran berpotensi akan menjadi suatu hubungan “ngejagain jodoh orang.” Kedua, pacaran membuat sifat asli seseorang ditutupi dan akhirnya malah nampak aslinya saat menikah. Dan setelah gue cermati, memang benar penelitian universitas enggak terkenal di Ethiopia itu.

Gue menyaksikan sendiri gimana sepasang sejoli yang udah pacaran lama, ngelebihin lamanya masa kuliah gue, eh tahunya putus di tengah jalan, dan endingnya malah tunangan sama orang lain. Contohnya Kinan yang cuma ngejagain Raisa, calon jodoh orang lain (Hamish). Enggak kebayang gimana remuk redam hati Kinan saat Indonesia berkabung di Hari Patah Hati Nasional kala itu.  Dan masih banyak mudorot lainnya.

Maka dari itu, sebagai pengganti cara konvensional dalam memilih pasangan hidup, mending lo simak tips jitu dari gue dalam memilih pasangan hidup berikut ini. Cekidot!

TIPS PERTAMA
Tips pertama adalah pilihlah pasangan hidup yang seiman. Langkah pertama adalah mengetahui apa iman calon pasangan hidup kamu. Karna kalau iman aja enggak sama, gimana mau jalanin hidup sama-sama. Percayalah, memiliki pasangan hidup yang enggak seiman tuh enggak gereget.  

Kalau iman sudah sama, perhatikan juga kualitas keimanannya. Jangan sampai punya pasangan yang hedonis. Lupa akherat. Mikirin dunia terus padahal sampe kapanpun napsu dunia enggak akan bisa terpuaskan. Sudah punya sepeda, terus pengen punya motor. Punya motor pengen punya mobil. Punya mobil pengen punya pesawat jet pribadi.

Gitu aja terus sampe Kaesang Pangarep diperiksa polisi.

Padahalkan kebahagiaan sejati enggak diukur pake uang. Seorang istri pasti lebih seneng punya suami yang bagus bacaan Qurannya daripada suami yang pinter 7 bahasa asing tapi baca Quran-nya kayak Ajiz Gagap keselek biji korma.

TIPS KEDUA
Tips kedua adalah pilihlah pasangan hidup yang sifat dan karakternya pas sama kamu. Ini penting banget. Percumah punya pasangan kaya raya, mobil banyak, rumah bertingkat, celana dalem sekali pake langsung buang, ganti baru, namun sifatnya enggak pas sama kita. Membuat kita enggak nyaman di sebelahnya.

Gimana kita bisa menjalani hidup bersama sampai tua kalo berada dekatnya aja enggak nyaman. Ibarat menuju suatu tempat naek mobil yang enggak bikin kita nyaman di dalamnya. Kita merasa enggak nyaman karna AC nya mati, tempat duduknya cuma pake bangku kayu panjang kayak di tukang mie ayam kaki lima, ban mobilnya segi enam jadi jalannya serasa menunggangi kuda liar. Gimana kita bisa sampai ke tujuan kalau mobilnya kayak gitu.

So, mengenali karakter calon pasangan hidup itu penting banget.

However, menurut gue memilih karakter pasangan hidup bukan menitik beratkan pada sifat baik yang dia punya. Seperti temen gue yang kalo punya pasangan pengennya karakternya yang penyayang, dewasa, dan tahan lama.

Gue enggak gitu.

Tapi gue ngeliatnya memilih karakter pasangan tuh menitik beratkan pada sejauh mana kelemahannya bisa gue terima. Sejauh mana sifat buruknya enggak membuat gue ilfeel dan berniat poligami. Sejauh mana sifat ngeselinnya enggak menghilangkan cinta dan birahi gue kepadanya.

Nah, sifat dan karakter perlu dipertimbangkan baik-baik. Cara untuk menilai karakter calon pasanganpun bisa dilakukan dengan gampang. Yang jelas bukan dengan cara pacaran sama dia untuk mengenali gimana karakternya. Itu cara yang so yesterday. Kampungan. Kuno! Lagian juga selama pacaran kan bisa aja dia menyembunyikan sifat belangnya. Eh pas udah nikah baru keluar aslinya. Tiap malem keluyuran main sama janda anak satu. Enggak pernah ngasih uang dapur malah habis buat beliin kuota 4G untuk si anak janda.

Well, Ada cara yang lebih simple dan gampang daripada pacaran. Yaitu dengan melibatkan perantara orang ketiga yang dipercaya. Bisa temannya. Atau orang terdekatnya. Biarkan orang ketiga itu jadi informan kamu. Dia bisa menyelami kehidupan calon pasanganmu dengan leluasa, kehidupan dimana enggak bisa kamu selami, mengenali karakternya, kelemahannya, baik-buruknya. Cara ini lebih akurat. Baik-buruknya sikap calon pasangan kamu bisa kamu ketahui dengan transparan. Tidak ada yang ditutup-tutupi. Lebih transparan dari sistem demokrasi di nengeri ini.

TIPS KETIGA
Tips ketiga pilihlah pasangan hidup yang karakter keluarganya pas sama kamu. Yups, karakter keluarga dari pasangan hidup kamu juga enggak kalah penting. Karena saat menikah, kita enggak cuma menikah dengan pasangan kita aja, tapi juga menikah dengan seluruh keluarganya. Mengikat keluarganya menjadi bagian dari keluarga kamu. Pernikahan adalah dua keluarga yang bersatu. Itu intinya.

Kamu bisa cari tahu gimana karakter keluarganya dengan mudah. Apalagi sekarang jaman sosmed. Ini bikin kamu lebih mudah mengenali karakter keluarga calon pasangan. Langkah pertama, follow akun sosial media orangtua calon pasanganmu. Kalau nyokapnya punya akun instagram, langsung kamu follow! Jangan takut enggak di-follow-back. Kalau sudah, ikuti tiap postingannya. Perhatikan dan pelajari, apakah dia pernah mengupload vidio ujaran kebencian atau enggak. Kalau ada, jangan dulu dilapor ke polisi. Nanti bisa-bisa kamu yang dijadikan tersangka.

Dari situ kamu bisa mengenali karakter keluarganya.

Kamu juga bisa tanya dengan teman-teman dia, tentang gimana keluarganya. Kamu juga bisa langsung mendatangi orang tuanya. Ngobrol dan kenali sifat mereka. Daripada Malem Minggu keluyuran ngajak calon pasangan makan di tempat kaki lima terus bikin dia masuk angin, mending beliin dia martabak telor isi 5 telor bebek dan bawa ke rumahnya. Ngobrol dengan bokap nyokapnya. Dari situ kamu bisa mengenali karakter keluarganya.

Kalo kamu salah mengenali karakter keluarga pasangan, bisa kayak temen gue jadinya. Si Jujum. Keluarga suami Jujum enggak begitu pas karakternya dengan Jujum. Mereka seneng ngegosipin orang. Jujum pun masuk dalam target utama gossip mereka. Suatu hari Jujum masak untuk suami dan keluarganya. Saat masakan sudah terhidang di meja, Jujum diomongin sama mamah mertuanya. Katanya masakannya enggak enak! Nasinya kelembekan. Saat Jujum lagi istirahat karna kecapean masak, dia diomongin lagi. Dibilangnya males. Enggak mau beres-beres rumah. Saat Jujun bernafas juga diomongin. Katanya nafas Jujum bau. Di sisi lain Jujum orangnya enggak bisa kuat dalam tekanan. Dia cepat patah hati jika diomongin orang. Dijelekin dan dihardik orang. Jujum pun hanya bisa meratapi nasibnya yang pedih ini. Tiap apa yang dia lakuin selalu bikin makan ati.

Nah, jadi, mengetahui karakter calon pasangan aja enggak cukup. Kenali juga keluarganya. Kalo sifat calon pasangan sudah pas sama kamu, tapi sifat keluarganya bertentangan, mending tinggalin. Daripada makan hati seumur hidup. Hih!

TIPS KEEMPAT
Tips keempat adalah pilihlah pasangan hidup yang cantik, bohay, dan semok penampilan fisiknya pas sama kamu. Menurut gue penampilan fisik pasangan sangatlah penting. Karna awal jatuh cinta bemula dari mata, lalu turun ke hati. Gimana mau jatuh cinta kalo baru ngeliat fisiknya aja mata serasa kena tumor ganas dan mendadak jadi buta.

Tapi perlu diingat, penampilan fisik di sini artinya bukan berarti harus cantik, harus bohay, apalagi semok. Tapi maksudnya adalah penampilan fisik yang saat kamu melihatnya, kamu ngerasa baik-baik aja. Enggak ngerasa terganggu. Kalo kamu enggak terganggu punya pasangan yang bulu hidungnya nyambung ke bulu dada ya silahkan aja. Nikahi dia! Tapi kalau kamu merasa terganggu dengan penampilan fisik kayak gitu, ya plihlah orang yang penampilan fisiknya membuat kamu merasa baik-baik saja saat menatapnya.

Gue pribadi sih enggak neko-neko mematok standar penampilan fisik untuk pasangan hidup kelak. Yang penting postur tubuh dan wajahnya normal kayak cewek pada umumnya. Sukur-sukur badannya tinggi. Kulitnya putih. Alisnya tebal alami. Ada lesung di kedua pipinya. Kalau senyum gigi gingsulnya nongol ngegemesin. Enggak neko-neko, kan?

TIPS TERAKHIR
Nah, tips terakhir yang gue kasih ini paling krusial. Ini enggak boleh kalian skip. Yaitu pilihlah yang beda kelamin. Tuh kan, penting banget dan enggak boleh dilewatin. Maka dari itu kenalilah calon pasangan hidup kamu. Buat kamu yang cowok, coba perhatikan calon pasangan kamu. Jangan sampe kamu ngalamin kasus kayak gini.



Ngeri banget kan kalau sampe apes menikahi “cewek berbatang” kayak di atas? Cobalah di sela-sela waktu senggang kamu, kepoin dia. Tanyalah ke teman terdekatnya apakah dia suka pipis berdiri. Ini bukan pertanyaan remeh. Ini penting banget. Karna kalau dia pernah apalagi suka pipis berdiri, dia pasti cewek batang!

Selain bertanya, lo juga bisa observasi sendiri apakah dia cewek batang atau bukan. Kalo saat dia belanja muter-muter mall seharian untuk nyari dan menyeleksi baju mana yang lebih pengen dia beli namun endingnya dia malah beli baju yang pertama kali dia lihat dan dia sentuh, berarti dia cewek sejati. Bukan cewek batang!

Observasi lagi dia! Kalo saat nganterin dia belanja dan dia nanya, ‘Bagusan baju pink atau yang ijo?’ terus kamu jawab baju yang ijo tapi dia malah enggak setuju dan memaksa kamu bilang bagusan baju yang pink, tapi endingnya dia malah beli baju warna biru, berarti dia cewek sejati. Bukan cewek batang.

Iyah, cewek sejati mah ribet.

Nah, itulah tips jitu memilih pasangan hidup. Sekarang silahkan kamu cermati dan resapi dalam-dalam demi masa depan yang lebih gemilang. Terimakasih banget lho mau membaca tulisan ini. Padahal gue yang nulisnya aja masih seorang tuna asmara.

Jangan sungkan untuk meninggalkan komentar di bawah.

See you...


Buat kamu, perempuan yang merasa baik-baik aja bersanding dengan cowok berlobang hidung besar dan berkepala mulai botak, sampe ketemu di pelaminan! 

5 comments:

  1. Tips yang bermanfaat nih, tapi itu ya yang terakhir lah. Memang betul sih dan benar, tapi itu mah udah tahu semua .. hehe

    Meskipun untuk berumah tangga masih lama tak ada salahnya baca dulu tipsnya, kemudian perlahan praktekan.. Siapa tahu sembari mengajar cita-cita dapet cinta..hehe

    Yang nulis udah meraktekan tipsnya belum ya..wkwk

    ReplyDelete
  2. Tips yang bagus, satu lagi pilih yang apa adanya lah, buka ada apanya hhe :D

    ReplyDelete
  3. hal hal mudhorot pacaran yang agan bilang emang true banget. pacaran ama cewek yang kita pengen juga bukan jaminan kita dapet tuh cewek, yg ada malah endingnya kita jagain cwek org lain,
    ane jga mulai spikiran sama kata2 agan yg kita hrus memperhitungkan sbrapa jauh bisa menerima kelemahan pasangan kita. mantap nih postingan!. Semangat. numpang share juga! :D

    ReplyDelete
  4. Tips yang sangat bermanfaat, apalagi tips yang terakhir itu hahaha. Cewek sejati itu emang ribet dan sulit dimengerti. Btw, Emang bener sih, pacaran itu banyak mudharotnya ketimbang manfaatnya, salah satunya "ngejagain jodoh orang laen" itu kampret banget emang hahaha.

    Mungkin nikah sama temen/sahabat sendiri itu yang paling aman, gausah capek-capek buat ngenalin sifatnya, keluarganya, dll hahaha.

    ReplyDelete
  5. Seiman harus jadi Prioritas emang, Thanks udah mau berbagi
    salam kenal ...

    ReplyDelete

Profil Penulis

My photo
Penulis blog ini adalah seorang lelaki jantan bernama Nurul Prayoga Abdillah, S.Pd. Ia baru saja menyelesaikan studinya di bidang Pendidikan Bahasa Inggris. Ia berniat meneruskan studinya ke jenjang yang lebih tinggi untuk memperdalam ilmu Pendidikan Bahasa Tumbuhan, namun sayang belum ada universitas yang membuka jurusan tersebut. Panggil saja ia “Yoga.” Ia adalah lelaki perkasa yang sangat sayang sekali sama Raisa. Di kamarnya banyak sekali terpajang foto Raisa. Sesekali di waktu senggangnya, ia mengedit foto Raisa seolah-olah sedang dirangkul oleh dirinya, atau sedang bersandar di bahunya, atau sedang menampar jidatnya yang lebar. Perlu anda tahu, Yoga memiliki jidat yang lebar. Karna itu ia sering masuk angin jika terlalu lama terpapar angin di area wajah. Jika anda ingin berkonsultasi seputar mata pelajaran Bahasa Inggris, atau bertanya-tanya tentang dunia kuliah, atau ingin mengirim penipuan “Mamah Minta Pulsa” silahkan anda kirim pesan anda ke nurulprayoga93@gmail.com. Atau mention ke twitternya di @nurulprayoga.

Find My Moments

Twitter