Tuesday, 17 June 2014

Analisis Debat Capres 15 Juni Kemaren

Share it Please


Kali ini gue mau ngomongin debat. Karna baru-baru ini lagi booming tentang debat yang sering tampil di tivi. Itu lho, debat kandidat capres. Masak kamu enggak tahu? Kalo yang enggak tahu, artinya kamu enggak pernah nonton tivi. Kamu pasti anak kost ya? Kalo jarang nonton tivi, mending ikut nimbrung gih sama mamang ojeg yang lagi pada mangkal di pangkalannya. Biasanya di tempat itu banyak menghasilkan informasi yang berbobot dan mencengangkan.
Sebenarnya gue berat untuk membahas tentang debat, karna gue masih trauma. Tahun lalu gue terlibat dalam perdebatan yang sangat pelik, yakni berdebat dengan diri sendiri, antara mau membenci atau tetap berbaik hati pada mantan gebetan yang sudah memporak-porandakan hati gue karna suatu sebab yang dia lakukan. Sungguh, sakitnya tuh disini *nunjuk dada*
Tapi debat antar kandidat capres enggak bakal membuat gue galau deh. Karna memilih capres itu enggak perlu pake perasaan, cukup pake logika. Dengan logika gue bisa menentukan siapa yang sreg untuk gue coblos. Semua itu didasarkan oleh visi misi, karakter, trek rekor, dan siapa orang-orang di belakang capres tersebut. Ini simple!
Coba bayangin kalo milih capres itu pake perasaan, ribet, seperti para cewek yang memilih pacarnya pake perasaan? Bisa-bisa, capres yang baik hatinya namun enggak menarik bakal enggak dipilih dengan alasan “kamu-terlalu-baik-buat-aku.”
Terlepas dari itu semua, gue mau mengulas sedikit acara debat capres yang tanggal 15 juni 2014 kemaren itu yang di tayangkan di Trans7, Metro, TV One, Global. Ulasan gue ini didasarkan akan kemampuan nalar gue yang pas-pasaan. Jadi, enggak bakal gue tulis dengan istilah-istilah asing yang enggak kalian mengerti.
Okeh, kita mulai. Namun sebelum gue memulai, jangan ada yang bertepuk tangan sebelum gue persilahkan yaa! Kecuali, nepuk-nepuk manja bahu pacarnya, itu boleh.

Gue mau mengulas Jokowi dulu yah.
Dari sekian banyak argumen yang Jokowi utarakan dalam debat, yang paling sering gue denger tuh Kartu Indonesia Sehat dan Kartu Indonesia Pintar. Katanya, ini tuh bakalan diterapin kalo beliau jadi presiden nanti, karna program ini sudah beliau jalankan di DKI.
Hal tersebut keren menurut gue, karna gue berpikir tiap kali gue berobat gue enggak perlu bawa uang atau alat barter, tapi cukup nunjukin kartu tersebut. Bahkan enggak bawa baju di badan pun gue tetep bisa berobat, yang penting punya kartu sehat. Lalu, kartu lainnya adalah kartu indonesia pintar. Itu juga keren. tiap anak-anak Indonesia sekolah, mereka enggak perlu bawa kartu spp, cukup dengan kartu pintar itu, gratis. Simple.
Tapiiiiii... disisi lain gue melihat bahwa itu terlalu kecil lingkupannya. Kalo itu diperlakukan di DKI, itu keren, tapi kalo secara nasional, itu masih timpang tindih dengan program nasional yang sudah berjalan, misalnya program BPJS. Program tentang bantuan pendidikan sudah ada BOS. Padahal, menurut gue enggak perlu bikin program baru lagi untuk itu, cukup mempertahankan program yang sudah ada dengan mengkoreksi apa yang kurang dari program BPJS dan BOS tersebut. Masak iyah mau buang-buang dana untuk program kartu-kartu itu sedangkan program lama sudah berjalan.
Selain kartu, yang gue inget kata-kata dari Jokowi adalah optimalisasi pasar tradisional dengan menjadikan pasar tradisional bersih, luas, ada tempat parkirnya, dll. Ini merupakan program yang mulia. Pasti kalo program ini diperlakukan di suatu daerah, pasti bakal keren. Bayangin aja, kalo pasar tradisional bersih dari sampah, pasti pengunjung dan pedagang merasa bahagia dan betah berlama-lama di pasar. Mungkin para pembokat yang disuruh majikannya belanja pada pagi hari, bakal balik ke rumah pas lebaran haji tahun depan. Saking merasa nyaman karna pasar yang bersih.
Jokowi bilang pasar dengan konsep tersebut dapat meningkatkan penghasilan petani karna pasarnya bagus. Sampai disini otak gue nge-hang. Sumpah gue bingung. Ini apa memang konsep jokowi enggak bisa diterima nalar gue, atau memang nalar gue yang terlalu lemot.  Gue enggak bisa menarik benang merah antara petani makmur dengan pasar yang bagus/memadai.
Kalo berdasarkan otak gue yang jongkok ini, sebenarnya yang dibutuhkan petani agar mereka penghasilannya meningkat adalah seperti suntikan dana pemerintah sebagai modal mereka, lahan pertanian yang cukup tersedia, harga pupuk yang murah dengan diberikan subsidi pupuk, irigasi yang memadai, dll. Menurut gue itu langkah yang lebih kongkrit. Karna gue pikir petani enggak melulu menjual hasil taninya di pasar tradisional. Sayuran sudah masuk super market seperti Giant, Lotte, dll. Bahkan, hasil tani mereka bisa langsung diekspor ke luar negeri tanpa dijual di pasar tradisional.
Selain itu, Jokowi menyinggung-nyinggung tentang TPID. Singkatan dari Tim Penanggulangan Inflasi Daerah. Beliau tanya ke Prabowo bagaimana pendapat Prabowo tentang TPID. Lalu Prabowo gelagapan, beliau bingung maksud TPID. Iyah, Prabowo kagak ngerti singkatan TPID tuh apa.
Menurut gue, pertanyaan Jokowi ini rada gimana gitu. Enggak pas ajah! Enggak pas ajah rasanya menanyakan hal itu di forum debat capres yang skalanya nasional.
Setelah gue searching di internet, TPID itu tuh program pemerintah daerah, bukan nasional. Yang menjalankan dan punya wewenang akan TPID tuh pemerintah daerah. Ya iya lah Prabowo enggak tahu, sedangkan Jokowi tahu banget apa itu TPID, wong Jokowi kan kepala daerah. Ini enggak singkron pertanyaannya. Ini sama ajah kayak kamu nanya ke ke temenmu pertanyaan ini,
“Eh bro, lo tau enggak merk deodorant yang dipake bapak gue?”
Jelas, temen kamu enggak bakal bisa jawab, wong yang tahu itu kamu sendiri kok. Itu kan bapak kamu, jadi yang tahu merk deodorant itu ya cuma bapakmu, kamu, keluargamu, dan Tuhan yang tahu.
 Mungkin akan jadi tepat kalo Jokowi bertanya, “Pak Prabowo, bagaimana pendapat anda tentang inflasi nasional yang kini meningkat drastis sebanyak sekian persen terhitung dari tanggal sekian sampai sekian?”
Nah, pertanyaan itu baru cakep! Selain berskala nasional, juga diikuti data yang falid seperti hitungan persen dan data tanggal inflasi. Kalo pertanyaannya kayak barusan kan bakal kelihatan pinter dan kelihatan seperti seorang pemerhati negara, bukan daerah. Gitu lho!
Disamping itu, gue sering banget mendengar pengakuan-pengakuan Jokowi akan prestasinya memimpin DKI. Seperti saat beliau mengklaim bahwa ia adalah gubenur pertama yang mampu menaikan UMR sebanyak 44%. Huiw, keren. salut! Silahan tepuk tangan! *tepuk pramuka*
Memang, di media, prestasi Jokowi ini terlihat gemilang. Beliau terlihat superior dengan berbagai program seperti kartu-kartuan, MRT, relokasi rusun, blusukan, macem-macem dah. Tapi, kita lihat lagi, bahwa cakupan itu masih bersifat lokal, bukan nasional. Memimpin daerah dengan memimpin negara itu beda lho. Pemimpin daerah memang harus bisa menerapkan sistem dengan baik. Dia harus terfokus pada sistem. Kalo sistem enggak baik, ya enggak baik juga tuh daerah. Nah, sedangkan memimpin negara tuh lebih dari itu. Pemimpin negara tuh harus seorang negosiator yang memberikan konsep dasar berskala besar, bukan sekedar pelaksana sistem. Jadi pengalamannya harus lebih luas, harus melakukan sesuatu yang kiranya hasil atau manfaat itu bisa dirasakan oleh masyarakat lintas daerah, bukan di DKI doang. Jadi, alasan bahwa Jokowi itu berpengalaman karna memimpin DKI dan Solo, bagi gue belum bisa dijadikan alasan kuat, karna memang beda konteks.
Fyuh, capek juga nulis sampe sejauh ini. Boleh tepuk tangan dulu! *tepok pramuka sambil mengepakkan ketek*
Sekarang gue mau ngomongin Bapak Prabowo nih.
Selama debat, yang gue tangkep garis besar dari bapak prabowo adalah beliau mau mengatasi kebocoran APBN disebabkan oleh pemborosan atau korupsi. Nanti anggaran yang sudah diselamatkan dari pembocoran itu bisa dimanfaatkan untuk program-program lainnya.
Nah, selain itu, dana tersebut bakal juga digunakan untuk membangun kembali pertanian yang kuat di Indonesia seperti memfungsikan lahan hutan yang rusak menjadi persawahan.
Mendengar itu semua, gue tercengang. Otak gue enggak nge-hang. Gue bisa mengerti maksud prabowo itu gimana. Ini merupakan landasan pemerintahan dari prabowo kelak. Gue bisa ngebayangin, program ini bisa menjadikan Indonesia kembali menjadi negara lumbung pangan. Ini keren.
Berawal dari menghidupkan sektor pertanian, Prabowo bisa mengatasi masalah-masalah lainnya, seperti pengangguran. Prabowo menyajikan data yang pasti, bahwa satu hektar lahan bisa memperkerjakan enam sampai duabelas orang. Dan beliau bilang bakal membuka berjuta-juta lahan pertanian. Dengan demikian ini bisa menjadi jawaban atas masalah pelik yang selama ini kita rasakan, yakni pengangguran.
Hal tersebut juga bisa mengatasi masalah putus sekolah, kesehatan, dll. Itu karna dengan penghasilan rutin yang semua masyarakat Indoensia rasakan, mereka bisa punya penghasilan untuk menyekolahkan anaknya, berobat, dan belanja. Sungguh, ini adalah stategi yang taktis dan mendasar dan berskala besar. Salut!
Prabowo mau melindungi Indonesia dari pihak asing yang mau mengambil alih kekayaan Indonesia. Ini dibuktikan saat beliau bilang bahwa ia akan mempersilahkan pihak asing berinvestasi dengan syarat enggak mengganggu kekayaan Indonesia. Ya, semoga aja beliau bisa melindungi Indonesia dari pihak asing yang jahat.
Terus terang, gue kesel pake banget sama freepot. Semena-mena banget mereka menambangi papua dengan hanya ngasih keuntungan ke Indoe sebesar 1%. Bayangin bro, cuma SATU PERSEN. Prihatin gue! Pemerintah enggak bisa lindungin kekayaan ini. Belum lagi Chevron yang mau ngambil gunung Ciremai. Ini adalah kekesalann gue yang paling besar. Gue benci dengan pemerintah yang enggak bisa ngelindungin kekayaan negeri ini untuk dinikmati masyarakatnya sendiri. Buat apa negara ini kaya kalo yang nikmatin bukan kita, tapi orang lain. Sakitnya tuh disini *nunjuk ulu hati*
Itu sama halnya kayak kita punya pacar, tapi yang ngajak pacar jalan, makan, nonton bareng sampai yang ngejagain pas pacar sakit itu orang lain, bukan kita. Iyah, ini sering dirasakan oleh para pelaku LDR. Sakitnya tuh di sini. *nunjuk ulu hati* (lagi)
Selain itu, pemikiran Prabowo itu luas banget. Agak beda dengan Jokowi yang masih terpaku pada pemikiran yang lokal banget. Prabowo berbicara tentang hal yang bisa dirasakan seluruh masyarakat Indonesia, seperti pertanian. Kita tahu Indonesia itu negara agraris.
Selain itu, Prabowo juga menempati berbagai posisi stategis yang cakupannya nasional. Kita tahu sendiri bahwa beliau adalah ketua Partai Gerindra. Partai kan cakupannya nasional. Beliau juga menjabat sebagai ketua HKTI. Kata gugel sih itu semacam persatuan petani nasional. Belau juga pernah jadi ketua persatuan pencak silat nasional. Dari semua itu, gue enggak heran kalo Prabowo pemikirannya luas berskala nasional, wong pengalamannya sudah lintas daerah, alias berskala nasional.
Dari cara beliau berbicara, beliau terlihat santai tanpa beban tapi jelas dan tegas. Bahkan beliau seperti orator dalam pidato. Pembawaannya itu bisa menggerakkan orang banyak.  Itu penilaian gue sih.
Dari semua kelebihan beliau, sayangnya ada satu noda yang ennggak bisa diterima orang banyak. Yakni, isu keterlibatan beliau dalam kerusuhan dan penculikan mahasiswa pada tahun 1998. Satu noda itu membuat semua orang mencibir, memaki, dan membenci beliau. Kalo gue sendiri sih gue enggak begitu paham masalah yang terjadi saat itu. Tahun segitu gue sih masih unyu-unyunya dan masih polos sehingga gue enggak begitu paham dengan kasus itu. Tapii, dari sudut pandang gue sendiri sih, yang sudah biarlah berlalu.
Sekarang kan media sudah bebas tanpa terkekang untuk memberitakan berbagai macam hal yang terjadi di negeri ini. Ya kalo memang Prabowo bakal melakukan kejahatan ketika menjabat jadi presiden nanti, media kan bisa memberitakannya sehingga masyarakat bisa tahu. Sekarang demokrasi sudah berkembang tanpa ada tekanan seperti tahun sebelum orde baru.  Jadi harusnya kita enggak perlu takut dan mempermasalahkan hal lalu yang kebenarannya juga belum tentu benar.
Well, sekian dulu pemaparan gue. Wassalam

18 comments:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe....setiap orang yang nonton debat capres akan berubah jadi pengamat politik ya :))
      sah2 saja argumen tiap orang yang berbeda :))
      tiap capres ada kelemahannya sendiri2...
      tapi herannya , dlu waktu pr****o masih jadi cawapres, kok isu kerusuhan mei 1998 gak begitu santer ke publik ya???
      kok baru sekarang??? *bertanya-tanya sendiri*

      kalo aku sih lebih suka yg sudah punya bukti nyata, tegas, berwibawa , lebih berpengalaman dalam memimpin hehehe.....
      anyway mau pilih siapa, tanya hati masing2...

      Delete
    2. skrg kan nyapres, jadi ya mungkin aja hal lalu diungkap supaya opini publik jelek buat prabowo. entahlah.

      Delete
    3. eh maaf salah ketik,,,
      mksdku wktu dlu wir***o nyawapres...
      ^0^
      prab*** kayaknya baru santer dikaitkan dgn 1998 akhir2 ni :-D

      bisa jadi pendapatmu bener :-D
      simak paragraf terakhir di artikel ini http://politik.kompasiana.com/2014/05/27/fakta-kunci-tuduhan-penculikan-prabowo-658062.html

      Delete
  2. nah, sayangnya aku kemaren ngga liat debat capresnya.. jadi begitu ya pak kesimpulan dari debat kemaren.. kita kan udah besar, udah bisa mikir dan milih mana yang benar dan mana yang salah.. tergantung persepsi kita menilainya kayak gimana.. aku cuma pengen nantinya yang bakal jadi presiden RI adalah orang yang bener2 ngga hanya sekedar janji, dan semoga bisa membawa perubahan yang lebih baik lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya semoga ya nak. yah gue juga berharap presiden yang terpilih bukan orang yang didukung lingkungan/orang2 yang gk baik, ya walaupun sebenarnya capres itu orang baik.

      Delete
  3. Sejak debat capres pertama kali gua gak nonton :D. Tahun '98 gua juga masih unyu.

    Yang mau gua tanya "emang mamang ojeg nonton debat capres"?

    ReplyDelete
    Replies
    1. biasanya di pangkalan ojeg tuh ada tivinya. mereka ramai2 nonton tivi dari mulai bola, berita, sampe sinetron catatan hati seorang istri.

      Delete
  4. yahhh gue ngerti lo lebih pro Prabowo dan cenderungnya mencari celah tentang hal hal yang lo pikir salah atao bikin otak lo ngehang ato bikin umbel lu muncrat kemana mana sambil ngeliatin Jokowi ngeliatin soal kartu kartu itu. cuman ya, kalo yang kartu itu Jokowi berkata kalo itu diperuntukkan untuk yang membutuhkan cuyyy, jadi kalo lu mampu ya udah nggak usah...terus kalo Jokowi selalu berbicara tentang kesejahteraan rakyat dengan langkah langkah konkirtt bukan dengan mimpi mimpi yang terdengar indah cuyy...terus soal 1 miliar 1 desa pun jawaban Prabowo bikin otak gue ngehank untung jempol kaki gue kagak cantingan... nyatanya harusnya lebih cuyy dan itu udah jadi program dari bbrpa waktu yang lalu...

    yahhh, walo kalimat gue tadi terbilang pedess namanya juga gue pendukung Jokowi, hehehe..tapi walo begitu presiden belum beda bangsa tetap Indonesia..siapapun yang nantinya memimpin semoga bisa memberikan angin segar bagi para petani dan pedagang kecil, bagi pengrajin dan pendulang emas, bagi seluruh rakyat Indonesia yang rakyatnya masih banyak yang menengah ke bawah daripada menengah ke atas. Aamiin....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yah kak mey marah, yah marah. jangan marahin akuh dong, aku cuma ngasih opini yang valid. uhuhu.... :-(

      Delete
  5. gue setuju ga!! PRAJA!!

    sama halnya kubu jokowi yang mencari celah pemaparan visi prabowo tentang ekonomi dan kesejahteraan rakyat.. kita bukan mencari celah menanggapi. tapi postingan ira mah kayaknya berat ke prabowo sih ga hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. ahaha, entah lah, saya sih ngerasanya bicara fakta... tapiii, yasudahlah....

      Delete
  6. Sebelumnya thanks kak informasinya, kebetulan kemaren aku nggak nonton debat capres hehhehe

    Terkadang aku juga bingung sih memilih 2 calon presiden ini. Sampai sekarang pun aku belum menjatuhkan pilihan. Tapi harapannya sih semoga yang menjadi presiden nanti itu orang yang amanah dan tentunya bisa menjadikan negara indonesia ini menjadi negara yang lebih hijau daripada rumput negara tetangga hahhaha

    Kayaknya pepatah ini berlaku buat kedua calon presiden ini "semakin tinggi pohon semakin besar angin yang menerpa" :)

    ReplyDelete
  7. Belum 17 tahun jadi gak ngerti tentang politik. :D

    Dukung Prabowo ya? Foto profil facebooknya ada angka 1-nya. :D

    ReplyDelete
  8. kau tau nak ?? investor dar para pemilik saham mulai melanglang buana mendirikan pasar2 modern , ayak indoapril , alfaseptember dan lain-lain , kau tau apa yang di jual disana , ?? hal tersebut membuat kualitas pasar tradisional menurun daya saingnya , kau tau apa bedanya pasar tradisional dan pasar medern , ??? jika pasar medorn, jelas keuntungan jatuh ke para investor dan pemilik saham , sedangkan pasar tradisional ?? ya pada pedagangmya dan penjualnya langsng , hal ini masuk dalam pemaknaan kearifan lokal , ,
    next , kau pikir hasil pertanian dan perkebunan di kelola langsung di mana ?? di grand mall ?? -_- ya kagak lah om , sistem matis pengelolaan pasar, ya kerja sama dengan pasar tradisional. kau tau kenapa pasar banyak disingkuri kaum elit dan menengah yang berlagak elit ?? masalahnya adalah konseptual mind set , bnyak yang berpikir makanan di pasar , sayuran , beras dan lain2 itu jorok dan lain2 , , nah lho kan ?? saya memang bukan orang ekonomi , tapi gak gitu2 juga jkayak kamu -_- ( perasaan sama jokowi juga sudah d jelaskan ) , please , menilailah yang jujur , buban jujur kacang ijo , saya tidak membela siapapun , cuma mencoba netral , , you must know this boy (y)

    ReplyDelete
  9. Aku nggak sempet nonton yang bagian ekonominya. Jadi ngga begitu paham sama yang mereka ungkapkan. Sampe harus baca beberapa artikel. Tapi sayangnya, kebanyakan artikel berpihak pada salah satu calon. Jadi nggak nyaman juga bacanya-__-

    Yang jelas siapa pun pemimpinnya nanti, cuma bisa berdoa beliaulah yang cukup layak mimpin Indonesia dan bikin negeri ini lebih baik. Aamiin.

    ReplyDelete

Profil Penulis

My photo
Penulis blog ini adalah seorang lelaki jantan bernama Nurul Prayoga Abdillah, S.Pd. Ia baru saja menyelesaikan studinya di bidang Pendidikan Bahasa Inggris. Ia berniat meneruskan studinya ke jenjang yang lebih tinggi untuk memperdalam ilmu Pendidikan Bahasa Tumbuhan, namun sayang belum ada universitas yang membuka jurusan tersebut. Panggil saja ia “Yoga.” Ia adalah lelaki perkasa yang sangat sayang sekali sama Raisa. Di kamarnya banyak sekali terpajang foto Raisa. Sesekali di waktu senggangnya, ia mengedit foto Raisa seolah-olah sedang dirangkul oleh dirinya, atau sedang bersandar di bahunya, atau sedang menampar jidatnya yang lebar. Perlu anda tahu, Yoga memiliki jidat yang lebar. Karna itu ia sering masuk angin jika terlalu lama terpapar angin di area wajah. Jika anda ingin berkonsultasi seputar mata pelajaran Bahasa Inggris, atau bertanya-tanya tentang dunia kuliah, atau ingin mengirim penipuan “Mamah Minta Pulsa” silahkan anda kirim pesan anda ke nurulprayoga93@gmail.com. Atau mention ke twitternya di @nurulprayoga.

Find My Moments

Twitter