Thursday, 28 June 2012

Pshycolovogy

Share it Please
Sebelumnya saya ingin memperkenalkan diri saya terlebih dahulu. Saya adalah Prof. Oga Prayoga, Mpd., Msi., IM3 Operator Service. Sebut saja saya Prof. Saya ini orangnya rendah hati. Walaupun saya bergelar profesor, saya rela dengan rendah hati bekerja sebagai operator service salah satu provider seluler. Saya lulusan S3 dari sebuah universitas asing terkemuka, yaitu UGM. Perlu diketahui bahwa kepanjangan UGM di sini adalah Universitas Gagal Move-on. Karna itulah saya menyebutnya sebagai universitas asing. Ya, karna memang asing di telinga dan tidak semua orang mengetahuinya.
Menuntut ilmu di sana adalah menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya. Karna hanya beberapa orang saja yang memiliki kemauan dan hanya orang-orang pilihan saja yang menuntut ilmu disana.
Ya, hanya beberapa orang saja yang ingin menyia-nyiakan waktunya belajar di sana. Ini bukan berarti saya bodoh. Saya hanya kurang cerdas memlih universitas.
Saya termasuk mahasiswa yang memiliki prestasi mencolok saat itu. Saya sudah tujuh kali berturut-turut terpilih menjadi Jomblo Teladan Kampus dan mendapatkan beasisiwa Jomblo Berprestasi, serta menjadi perwakilan mahasiswa setempat unuk ikut belajar ke Berlin selama dua tahun.
Semasa kuliah, saya aktif dalam berbagai kegiatan kampus, salah satunya adalah UKM MAPALA. Kepanjangan dari MAPALA sendiri adalah ‘Mahasiswa Paling Lama’. Latar belakang berdirinya UKM MAPALA ini adalah karna kesamaan nasib para anggotanya. Setiap anggota memiliki nasib yang sama, yakni sama-sama lama lulus, sehingga kami berinisiatif mendirikan UKM MAPALA untuk memfasilitasi kesamaan nasib kami. Banyak kegiatan dan program dari UKM MAPALA ini, salah satunya adalah  Annual Brain Washing atau bahasa Indonesianya adalah Pencucian Otak Tahunan. Annual Brain Washing atau disingkat ‘ABW’ ini memiliki target peserta, yaitu mereka yang mengalami gejala keriput otak karna terlalu berat memikirkan skripsi dan kelulusan.
Tidak sia-sia saya menghabiskan waktu selama 20 tahun menuntut ilmu di UGM. Karena dengan pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan di sana, saya berhasil menulis beberapa buku best seller, seperti: 1001 Cara Menggapai Move-on yang Gemilang, 7 Keajaiban Move-on, LDR Is Bulshit, dan Penyebaran Paham Jomblonisme di Akhir Abad 20.
Selain buku ilmiah, saya juga sukses menulis beberapa novel best seller, seperti: Laskar Jomblo, Ketika Jomblo Bersedih, dan Galu di Ujung Senja.
Tujuan saya disini adalah saya ingin memperkenalkan salah satu ilmu pengetahuan baru. Ilmu pengetahuan tersebut bernama Phsycolovogy.
Phsycolovogy ini memang jarang dipelajari di universitas-universitas terkemuka di Indonesia. Hanya sebagian universitas saja yang membuka jurusan perkuliahan yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan ini, seperti: UPI (Universitas Penggalauan Indonesia), IKJ (Institut Khusus Jomblo), dan UNPAD (Universitas Negeri Pemuda Ababil Bandung). Baiklah, saya akan langsung membahas Phsycolovogy.


Phsycolovogy


A.  Latar Belakang

Banyak sekali ilmu pengetahuan yang dipelajari di masa sekarang tapi tidak semua dapat dirasakan oleh masyarakat. Tidak semua masyarakat memiliki kesempatan untuk mempelajari bidang ilmu tersebut karna kendala usia, kemampuan, atau bakat.
Contoh kecilnya adalah mata pelajaran yang berbeda yang dipelajari oleh siswa jurusan IPA dan IPS. Perbedaan jurusan tersebut memberikan ‘sekat’ kepada para siswa dalam mempelajari ilmu pengetahuan. Pelajaran Biologi tidak bisa dipelajari oleh siswa IPS sedangkan Geografi tidak bisa dipelajari oleh siswa IPA. Kedua bidang ilmu tersebut terbatas untuk dipelajari. Dan bidang ilmu-bidang ilmu seperti itulah yang saya sebut dengan Limited Knowledge.
Selain itu, tidak semua bidang ilmu bisa dipelajari sepanjang hayat. Ketika lulus, terputuslah seluruh kesempatan untuk belajar. Salah satu bidang ilmu yang bisa dipelajari sepanjang hayat adalah Pendidikan Agama. Semua orang bisa mempelajari Pendidikan Agama secara formal maupun tidak. Secara formal adalah pendidikan disekolah dan secara tidak formalnya adalah pembelajaran di pengajian-pengajian atau di sekolah minggu.
Karna alasan tersebutlah saya berinisiatif memperkenalkan bidang ilmu baru yang bernama Pshycolovogy. Bidang ilmu ini merupakan bidang ilmu yang bisa dipelajari sepanjang hayat dan juga bisa dipelajari oleh siswa-siswi semua jurusan pendidikan karna cakupannya yang luas dan berlaku untuk siapapun serta dapat diterapkan oleh semua generasi.

B.  Pembahasan

I.     Pengertian Phsycolovogy (Psikolovogi)
Pshycolovogy  jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia adalah Psikolovogi. Ilmu pengetahuan ini berkaitan dengan kejiwaan.
Psikolovogi berasal dari kata psiko, love, dan logy. Psiko adalah istilah yang menenunjukan segala sesuatu yang ada kaitannya dengan perilaku dan kejiwaan seseorang. Love—cinta dalam bahasa Indonesia—adalah luapan emosi yang berasal dari kasih sayang yang kuat yang bersifat pribadi. Secara filosofi, cinta adalah sifat baik yang mengawali semua kebaikan, termasuk perasaan belas kasih dan kasih sayang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain.  Dan terakhir, kata logy yang berarti ilmu pengetahuan. Jadi, Psikolovogi diartikan sebagai limu pengetahuan yang mempelajari perilaku seseorang dalam mengekspresikan cinta dan kasih sayang dalam diri terhadap objeknya.
Ekspresi luapan cinta yang dipelajari dalam Psikolovogi bukanlah sekedar luapan cinta terhadap lawan jenis, melainkan cinta terhadap sesama manusia. Namun dalam kesempatan ini saya akan memfokuskan pembahasan mengenai cinta kepada lawan jenis.

II.     Hubungan Psikolovogi dengan Ilmu pengetahuan Lainnya
Dalam mempelajari Psikolovogi ini dibutuhkan bidang ilmu lain sebagai penyokongnya. Psikolovogi tidak bisa berdiri sendiri melainkan berhubungan dan saling ketergantungan dengan bidang ilmu lain.  Sama halnya dengan Linguistic yang terdiri dari beberapa bidang ilmu lainnya seperti: Phonology, Synthax, Morphology, dll. Atau seperti hubungan bidang ilmu Biologi dan Kimia yang melebur menciptakan bidang pengetahuan baru bernama Biokimia.
Salah satu bidang ilmu yang berkaitan erat dengan Psikolovogi adalah Jomblonology.  Jomblonology mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan ke-jomblo-an. Di dalam Jomblonology terdapat salah satu pembahasan mengenai jenis-jenis jomblo. Jenis-jenis jomblo ini dipisahkan kedalam beberapa type seperti Jomblo Amatir, Jomblo Profesional, dan Jomblo Istikomah. Jomblo amatir adalah mereka yang masih belum stabil secara emotional. Para jomblo amatir ini masih sering teringat dengan mantan pacar atau mantan gebetannya. Karna itulah mereka sering murung dan tidak bergairah menjalani aktifitas. Jomblo profesional adalah mereka yang sudah stabil emosinya dan tabah dalam mengemban status sebagai jomblo. Jomblo Istiqomah adalah mereka yang paling stabil dibandingkan dengan tipe-tipe jomblo yang lain. Mereka sangat berpegang teguh terhadap norma-norma jomblo di masyarakat. Untuk lebih detailnya mengenai pembahasan jenis-jenis jomblo akan dijelaskan di pembahasan Jomblonology pada buku lain.
Selain jenis-jenis jomblo, di dalam Jomblonology juga terdapat istilah Jomblo Emergency Situation atau disingkat JES. JES adalah kondisi dimana seseorang berada dalam titik ke-jomblo-an terendah dalam hidupnya. Apabila ada seorang pria berada dalam kondisi JES maka dia harus sesegera mungkin diselamatkan dengan donor cinta dari teman-teman perempuan terdekatnya. Dalam konteks ini, donor yang baik bukanlah dipengaruhi oleh faktor keikhlasan pendonor, tapi donor yang baik dan paling berkualitas adalah donor yang berasal dari gebetan atau dari mantan pria tersebut.
Dalam Psiokolovogi terdapat pembahasan mengenai Siklus Jatuh Cinta. Dalam siklus itulah terdapat unsur jomblo disalah satu siklusnya. Keadaan jomblo akan menjelaskan bagaimana seseorang mahir dalam mengekspresikan cintanya. Semakin cepat seseorang menjadi jomblo maka semakin buruk kemampuan mengekspresikan cintanya.
Jadi, secara langsung keadaan jomblo berpengaruh terhadap Siklus Jatuh Cinta. Karna pengaruh itulah Psikolovogi dan Jomblonology menjadi bidang ilmu yang saling berkaitan.


III.     Siklus Jatuh Cinta
Sudah barang tentu cinta adalah hal utama yang dikaji dalam Psikolovogi. Jatuh cinta terdiri dari beberapa tahap yang kemudian tahapan-tahapan tersebut membentuk siklus yang berulang. Siklus tersebut dibagi ke dalam tiga jenis. Jenis pertama adalah siklus jatuh cinta sempurna, jenis kedua adalah siklus jatuh cinta tidak sempurna, dan yang ketiga adalah siklus jatuh cinta tingkat akhir. Sebenarnya siklus yang ke-tiga tidak tepat disebut ‘siklus’ karna polanya tidak berulang sehingga lebih tepat disebut fase jatuh cinta akhir.
Berikut adalah penjabaran ketiga siklus tersebut.

a.         Siklus Jatuh Cinta Sempurna
Siklus ini terdiri dari tujuh elemen pembentuk. Elemen-elemen tersebut merupakan elemen dasar yang dialami kebanyakan orang pada umumnya. Untuk lebih jelasnya, perhatikan bagan siklus jatuh cinta sempurna dibawah ini!

Bagan Siklus Jatuh Cinta Sempurna


Seluruh siklus jauh cinta diawali dengan tahap jomblo. Keadaan jomblo ini sangat krusial bagi setiap individu. Setelah masa jomblo, individu akan mengalami masa ‘Suka’. Perasaan suka ini akan berlanjut ke tahap PDKT (pendekatan). Di masa inilah individu merasakan perasaan yang kuat.  Study membuktikan bahwa di masa PDKT adrenalin individu benar-benar membuncah. Hal tersebut membuat rasa senang, penasaran, dan kecewa dalam masa PDKT lebih mengasyikan dibandingkan ketika sudah berpacaran.  Masa ini juga adalah masa dimana individu mengenal dan mencari tau segala hal tentang orang yang dia sukai itu. Perlu diketahui bahwa bahasa ilmiah dari ‘Orang yang disukai’ adalah ‘Gebetan’. Setelah merasa yakin dengan si gebetan, kemudian individu akan menyatakan rasa suka kepada gebetannya tersebut. Setelah diterima, barulah mereka berpacaran. Di masa berpacaran proses pengenalan satu sama lain masih tetap berlangsung. Selain mengenal, sepasanng kekasih tersebut akan menjaga, memahami, dan mempelajari pribadi satu sama lain.  
Ketika berpacaran akan ada selalu konfik didalamnya. Dan terkadang konflik-konflik tersebut menjadi masalah yang besar dalam suatu hubungan, sehingga mereka selisih paham dan akhirnya putus. Awalnya salah satu dari sepasang kekasih meminta untuk memutuskan hubungan berpacaran mereka karna merasa tidak nyaman atau tidak cocok yang disebabkan konflik-konflik tadi. Kemudian mereka berharap dengan putusnya hubungan mereka, mereka bisa terbebas dari rasa tidak nyaman yang mereka rasakan selama berpacaran. Tapi, pada kenyataannya setelah mereka putus, alih-alih terbebas dari rasa tidak nyaman, yang ada mereka malah merasakan kesedihan yang dalam. Rasa rindu dan sayang setelah putus akan lebih besar debandingkan sebelumnya. Perasaan sedih itulah yang berpotensi besar menyebabkan individu menjadi galau.
Pada umumnya individu akan mengalami fase galau yang cukup lama. Terkadang diiringi rasa trauma yang membekas terhadap suatu hubungan. Di fase galau ini individu perlu melakukan move on. Move on adalah titik tolak kebangkitan individu setelah putus cinta.  Di fase galau, sebenarnya individu sudah mulai kembali memasuki fase jomblo. Fase selanjutnya akan terus berulang seperti gambar bagan di atas.

b.    Siklus Jatuh Cinta tidak Sempurna
Siklus jatuh cinta tidak sempurna hampir sama dengan siklus jatuh cinnta sempurna, hanya saja siklus ini lebih singkat. Selain itu, perbedaan antara keduanya terletak pada fase setelah fase nembak. Setelah fase nembak di siklus ini adalah fase ditolak, berbeda dengan siklus yang sebelumnya. Pada siklus sebelumnya, fase setelah nembak adalah berpacaran.  Ditolak adalah suatu kegiatan yang berlanngsung di antara dua individu yang mana salah satu dari individu tersebut tidak bersedia menjalani hubungan berpacaran dengan individu lainnya. Disana terjadi penolakan, atau bahasa ilmiahnya adalah refuses.
Untuk lebih memahami siklus ini, perhatikan bagan dibawah!

 Bagan Siklus Jatuh Cinta tidak Sempurna





c.    Tahap Jatuh Cinta Akhir
Pembahasan tahap jatuh cinta akhir ini berbeda dengan pembahasan siklus yang telah dijelaskan sebelumnya. Tahap ini terdiri dari tujuh elemen dan tidak membentuk siklus berulang.
Perhatikan bagan dibawah!

Bagan Tahap Akhir Jatuh Cinta


Tahap ini dialami oleh individu dewasa yang siap menjalani pernikahan. Setelah melewati proses saling mengenal dalam fase berpacaran maka selanjutnya akan masuk ke fase melamar. Fase tersebut adalah titik tolak keseriusan dalam suatu hubungan. Selanjutnya akan memasuki fase menikah. Setelah itu adalah fase bahagia. Fase bahagia bukan berarti sekedar senang, tapi fase bahaga disini adalah dimana seseorang bisa menghabiskan sisa hidupnya bersama orang terkasih.


C.  Penutup

I.     Kesimpulan
Psikolovogi sangat penting untuk dipelajari dalam pembentukan pemahaman cinta yang baik bagi individu. Psikolovogi bisa dipelajari oleh siapapun dan psiklovogi bisa dipelajari sampai kapanpun.

  II.     Saran
Berdasarkan uraian diatas, saya berharap pemerintah bisa lebih mengembangkan pemahaman psikolovogi kepada masyarakat luas agar masyarakat kita memiliki pemahaman yang baik mengenai cinta.
 

12 comments:

  1. Nice postingan brada^^b
    jd tau kalau ada pembelajaran tentang "Psikolovogi" ,jd ke pengen masuk "UGM" jg neeh :D #hehehe
    *di tunggu postingan selanjutnya bray* ;))

    ReplyDelete
  2. bagus yog postingannya.
    kasih 4 jempol dehhh

    ReplyDelete
  3. sepertinya Javas harus banyak belajar ttg cinta nih...
    ajarain dong@ kwkkwk

    www.ajavasisme.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh, bole-bole. Ketik Reg (spasi) cinta kirim ke no saya. hihi

      Delete
  4. aneh2 aja...tapi keren sob..
    gue demen banget yang beginian..hahahahaaaa
    lain kali bikin lagi yak! :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yoi, Tapi sebelomnya gue harus meditasi dulu.

      Delete
  5. proposal lo keren bang, anyway gue pengen belajar nih sama lo. boleh kagak? ._.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenernya bukan proposal sih. Tapi... ah sudahlah, gue juga bingung mau nyebut apaan.

      Delete
  6. keren-keren, kreatif banget..
    kayaknya harus masuk mata pelajaran deh buat dikurikulum selanjutnya :)

    ga kebayang kalau pshycolovogy, gimana dosennya ya?

    ada siklus-siklusnya pula..btw, terinspirasi dari tulsan bang radith ya, kalau ga salah JOMBLONOLOGY.

    ReplyDelete

Profil Penulis

My photo
Penulis blog ini adalah seorang lelaki jantan bernama Nurul Prayoga Abdillah, S.Pd. Ia baru saja menyelesaikan studinya di bidang Pendidikan Bahasa Inggris. Ia berniat meneruskan studinya ke jenjang yang lebih tinggi untuk memperdalam ilmu Pendidikan Bahasa Tumbuhan, namun sayang belum ada universitas yang membuka jurusan tersebut. Panggil saja ia “Yoga.” Ia adalah lelaki perkasa yang sangat sayang sekali sama Raisa. Di kamarnya banyak sekali terpajang foto Raisa. Sesekali di waktu senggangnya, ia mengedit foto Raisa seolah-olah sedang dirangkul oleh dirinya, atau sedang bersandar di bahunya, atau sedang menampar jidatnya yang lebar. Perlu anda tahu, Yoga memiliki jidat yang lebar. Karna itu ia sering masuk angin jika terlalu lama terpapar angin di area wajah. Jika anda ingin berkonsultasi seputar mata pelajaran Bahasa Inggris, atau bertanya-tanya tentang dunia kuliah, atau ingin mengirim penipuan “Mamah Minta Pulsa” silahkan anda kirim pesan anda ke nurulprayoga93@gmail.com. Atau mention ke twitternya di @nurulprayoga.

Find My Moments

Twitter